Dari sekian ribu komentar masyarakat, muncul sikap pesimistis dari aparatur (PNS) yang selama ini mengelola keuangan negara. Ada rasa ketakutan apabila mengelola anggaran di atas 1 milyar, karena konon kabarnya KPK hanya mau meriksa apabila anggaran diatas 1 milyar.
Beribu saran disampaikan, antara lain “kamu jangan takut mengelola anggaran itu, kalau kamu benar ga mungkin kamu di periksa KPK, jangan korupsi”, begitu katanya.
Hanya muncul juga pertanyaan, berapa sih gaji KPK, denger-denger diatas 25 jt sebulan, wahhh luar biasa dong apabila dibandingkan dengan eselon II di Kabupaten Kota (kepala dinas/badan)yang menerima penghasilan sekitar 7 juta an (kalau mereka jujur lho). Kok jauh banget yaaaa.
Nampaknya harus pula diperhitungkan juga dalam bentuk rasionalisasi penghasilan aparat, karena jangan-jangan hebatnya KPK karena penghasilannya sudah baik, jadi kerjaaaaa aja ga ngingetin aktivitas atau objek lain tuk nambah penghasilan, tar gajian semuanya bisa diatasi. Sementara aparat lain (PNS) sibuk dengan ngobjek baik diluar lingkungan kerjanya atau ngotak ngatik anggaran negara alias korupsi, karena menurut perhitungannya, gaji hanya bisa sampai tanggal 5 setiap bulannya, sementara satu bulan itu jumlahnya 30 sampai dengan 31 hari, jadi 25 hari lagi gimana???
Mana biaya pendidikan semakin naik, kebutuhan sehari-haripun ga ada yang turun.
Gimana kalau untuk uji coba, aparat KPK gantian penghasilannya dengan aparat PNS sesuai dengan golongannya, mudah-mudahan saja ada solusinya hehehehe